about me
:
Hi, just call me Echy.
Mother of two .
Please, enjoy the 'books' and leave your footprints..

My Favorite books :
The Count of Monte Cristo, Memoir of Geisha, The alchemist, Tuesday with Morrie, Life of Pi, To Kill a Mockingbird, Les Misserables, The Kite Runner, Ronggeng Dukuh Paruk, Biola Tak Berdawai.

more about me:

Echy at Multiply

Echy at Goodreads

   

<< November 2008 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01
02 03 04 05 06 07 08
09 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30



"So many books, so little time"."
— Frank Zappa



"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."(Pramoedya Ananta Toer)
"


“Siapa pun yang membaca banyak buku, punya mata di berbagai tempat yang unik." — Jostein Garder

mY fRiEnD's bOoK'S:

* P E R C A

* J O D Y

* F E R I N A

* A L L Y

* N AT N A T

*NAJLAZEA

* K O B O

* Rahib TANZIL


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Tuesday, November 18, 2008
Coraline

Penulis: Neil Gaiman

Penerjemah: Tanti Lesmana

Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, cetakan I 2004

Tebal: 228 halaman

“Coraline” bercerita tentang seorang gadis kecil bernama Coraline yang sering salah dipanggil namanya menjadi Caroline. Ia dan orang tuanya baru saja pintah ke sebuah rumah tua, saat itu ia sedang liburan sekolah.  Coraline yang senang “menjelajah” berjalan-jalan keluar rumah dan berkenalan dengan  tetangga barunya, ada Miss Spink, Miss Forcible dan seorang lelaki tua yang melatih tikus-tikus untuk sirkus.

Coraline sering merasa bosan, jika sudah begitu ibunya akan menyuruh Ia membaca buku atau nonton video, suatu hari ayahnya menyuruhnya menghitung berapa jumlah jendela dan pintu di rumah mereka yang besar dan tua itu. Ibu dan ayah Coraline bekerja di rumah, tapi itu bukan berarti ia bisa seenaknya mengganggu mereka, ibu dan ayahnya bahkan punya ruangan kerja masing-masing.

Ternyata rumah tersebut memiliki 21 jendela dan 14 pintu. Namun ada satu pintu yang jika dibuka dibaliknyahanya terdapat sebuah tembok —yang terbuat dari batu bata. Saat ibunya sedang pergi berbelanja, Coraline kembali membuka pintu tersebut, namun alih-alih melihat tembok, ia menemukan sebuah lorong menuju rumah lain. Rumah itu  persis dengan rumahnya. Disana juga ada “ibu dan ayahnya yang lain”, ibu dan ayah yang mirip dengan kedua orang tua aslinya, hanya saja ibu yang ini kulitnya putih seperti kertas, lebih tinggi dan jemarinya yang panjang tidak berhenti bergerak. Coraline juga memiliki mainan dan kamar di rumah itu. Anehnya ibu dan ayahnya yang ini melarangnya untuk kembali ke rumahnya, mereka ingin ia tinggal bersama mereka selamanya.

Coraline digambarkan sebagai seorang gadis yang pemberani. Menurut ayahnya jika kau merasa takut, tapi tetap melakukannya maka itulah yang dinamakan pemberani, dan gadis kecil ini melakukannya persis seperti yang dikatakan ayahnya. Saat ia menyadari kedua orang tuanya hilang, Coraline berjuang untuk menemukan mereka walau ia harus melawan “makluk” yang menyeramkan.


Yang kutahu Coraline adalah buku anak-anak, jadi wajar saja  jika tadinya aku berharap kisahnya akan seperti si Pipi atau si Emilnya Astrid Lindgren atau malah kisah anak-anak ala Jacqueline Wilson. Tapi no..no.., ini buku anak versi Neil Gaiman—jadi  teringat bukunya Neverwhere yang juga suram dan absurd. Menurutku buku ini terlalu suram untuk anak-anak, ada kesan menakutkan,  apalagi dengan cover serba hitam dengan gambar seorang anak perempuan memegang lilin..hiii.. serreeem !!  Mungkin lebih tepat untuk remaja.

 

 

 

 


 

Posted at 10:00 pm by echyart

najlazea
November 19, 2008   10:59 AM PST
 
aku nggak pernah selesai baca bukunya neil gaiman & buku2 yg ada unsur fantasinya (termasuk harry potter), mungkin daya khayalnya kurang, hehe, kebanyakan baca buku2 'berat'.
 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry