about me
:
Hi, just call me Echy.
Mother of two .
Please, enjoy the 'books' and leave your footprints..

My Favorite books :
The Count of Monte Cristo, Memoir of Geisha, The alchemist, Tuesday with Morrie, Life of Pi, To Kill a Mockingbird, Les Misserables, The Kite Runner, Ronggeng Dukuh Paruk, Biola Tak Berdawai.

more about me:

Echy at Multiply

Echy at Goodreads

   

<< May 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31



"So many books, so little time"."
— Frank Zappa



"Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian."(Pramoedya Ananta Toer)
"


“Siapa pun yang membaca banyak buku, punya mata di berbagai tempat yang unik." — Jostein Garder

mY fRiEnD's bOoK'S:

* P E R C A

* J O D Y

* F E R I N A

* A L L Y

* N AT N A T

*NAJLAZEA

* K O B O

* Rahib TANZIL


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Thursday, May 28, 2009
The First Time

Penerjemah: Threes Susilastuti (alm.) J.E Retno Dwiastuti
Penerbit: Gramedia, September 2005
Tebal: 432 hal.


Buku ini kudapatkan di Palasari dalam kondisi sangat mulus bersama 2 buku Darren Shan, tanpa sempat membaca synopsis-nya ketiga buku itu masuk dalam kantong belanja. Setelah sempat  tergeletak begitu saja, akhirnya 3 hari yang lalu dipilih secara acak saat akan tidur. Pada awalnya aku sempat berpikir..arrggg..another affair story….tapi setelah membaca beberapa lembar aku berubah pikiran, this is more than just an affair story.

Jake dan Mattie menikah karena Mattie telah terlanjur hamil. Pada dasarnya Jake tidak pernah mencintai Mattie ,pada awalnya mereka memang saling tertarik, hingga terjadi kesalahan itu dan… that's it…mereka terjebak dalam sebuah perkawinan selama 16 tahun. Jake sibuk dengan urusannya sebagai pengacara terkenal. Mattie  sibuk membesarkan putri semata wayang mereka, Kim,  sambil bekerja sebagai agen seni. Mattie telah lama mengetahui suaminya berselingkuh dengan wanita lain, begitu pula dengan Kim, ia pernah melihat ayahnya bermesraan dengan wanita yang bukan ibunya.

Awal cerita menggambarkan pergolakan batin Mattie yang membayangkan dirinya membunuh suaminya karena perselingkuhan yang Jake lakukan berulang kali di belakangnya. Ia pikir cukup sudah, waktunya untuk mengakhiri perkawinannya. Ia lelah dan muak dengan semuanya. Ia akan melepaskan Jake.

Namun saat pulang dari sebuah galerri seni, Mattie mengalami kecelakaan mobil. Ia tidak dapat mengontrol rem, ia sering merasa kesemutan dan tidak bias mengontrol anggota tubuhnya. Tak lama kemudian Mattie divonis menderita penyakit ALS (Amyotrophic Lateral Sclerosis) atau yang lebih sering dikenal dengan Lou Gehrig—adanya kerusakan pada neuron-neuron motorik di sumsum tulang belakang dan batang otak yang mengakibatkan matinya sel-sel saraf. Mattie menyadari ia sedang sekarat di usianya yang 36 tahun, dan suaminya yang ia cintai akan pergi meninggalkannya bersama wanita lain. Lengkaplah sudah…

Selain perselingkuhan Jake dan penyakit yang dideritanya, Mattie juga harus menghadapi putrinya Kim yang sedang mengalamai masa-masa sulit kehidupan remaja. Kim mengungkapkan kemarahannya dengan cara "mengajak" teman lelakinya ke rumah saat kedua orang tuanya tidak ada, menghisap marijuana, dan mengadakan pesta hingga menghancurkan perabotan rumah orang tuanya.

Jake yang telah siap meninggalkan Mattie dan tinggal di apartemen kekasihnya mengurungkan niat tersebut dan kembali ke rumah begitu mengetahui keadaan Mattie. Bukan karena cinta, tapi ia kembali karena kasihan, karena Jake selalu melakukan hal yang "lurus". Namun Mattie menuntut lebih…

"Yang kuinginkan adalah hasratmu, yang kuinginkan adalah kesetiaanmu, yang kuinginkan adalah cintamu, dan bila aku tidak bisa mendapatkan semua itu, bila kau tidak dapat sedikitnya berpura-pura mencintaiku untuk setahun atau dua tahun atau berapa pun sisa usiaku, aku tidak mau kau berada disini". (hal.253)

Drama dalam keluarga ini dimulai, Jake kembali kerumah dan benar-benar melakukan perannya sebagai suami dan ayah yang baik, pulang untuk makan malam, menemani istrinya berbelanja, mengantar putrinya ke sekolah, dan berhenti menemui selingkuhannya.

Jake mulai terbuka pada Mattie begitu pula sebaliknya, mereka melakukan berbagai hal yang selama 16 tahun tidak pernah mereka lakukan, mereka "bicara", Jake sedikit demi sedikit mulai menceritakan masa kecilnya pada Mattie. Dibalik ketenangannya, Jake  menyimpan seribu luka masa kecil yang masih menghantui mimpi-mimpi malamnya. Begitu pula dengan Mattie, trauma masa kecilnya tentang ibu yang tidak menyayanginya terus mengusik.
Mattie semakin menyadari betapi ia sangat mencinyai suami yang tidak pernah benar-benar ia miliki, sementara itu penyakit Mattie semakin parah, ia bahkan tidak bisa melakukan kebutuhannya yang paling mendasar, ia semakin tergantung pada orang lain dan Jake tentu saja. Jake sendiri bergelut dengan pekerjaan yang terus menerornya, disisi lain ia harus selalu ada untuk istrinya yang sekarat, tidak hanya itu,  kembali hadirnya kekasihnya disaat-saat Jake mulai merasakan bahwa ia mencintai istrinya, benar-benar membuatnya bingung.

Ini bukan kisah yang happy ending, sangat mengharukan dan menyentuh, sebuah kisah drama keluarga,  perjuangan seorang wanita meraih cinta seorang suami….sungguh ironis. Aku sempat membayangkan bagaimana rasanya menikah selama 16 tahun bersama seorang lelaki yang tidak pernah sekalipun mengungkapkan kata-kata I love You, hidup serumah dengan orang yang tidak mencintaimu, hidup dengan lelaki yang menemanimu karena sebuah alasan, terjebak oleh sebuah kesalahan.

Joy Fielding menggambarkan pikiran masing-masing tokoh dengan sangat menyentuh. Pembaca diajak untuk merasakan pergulatan batin Mattie yang kecewa dengan perkawinannya, Menelusuri jejak masa lalu Jake yang membuatnya selalu hidup dalam terror masa kecil, serta memahami seorang Kim yang bingung menghadapi perubahan kehidupan masa remaja dan orang tua yang tidak harmonis.

Banyak pelajaran berharga di buku ini, bagaimana perlakuan dimasa kecil sangat mempengaruhi perilaku seseorang saat dewasa, dan kekuatan sebuah komunikasi yang secara ajaib mempermudah semua masalah. Yang paling penting bagaimana kita bisa menjadi seorang ibu yang "sempurna" bagi anak-anak. yupp..pokoknya emak-emak banget dehh..

Keren…..4 bintang dariku. Awal perkenalan yang manis dengan seorang Joy Fielding..Lebih banyak tentang Joy Fielding bisa dibaca disini:<a href="http://www.joyfielding.com/http://www.joyfielding.com/">http://www.joyfielding.com/</a>

 

Posted at 11:13 am by echyart

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry