Entry: Honeymoon With My Brother - Berpetualang Keliling Dunia Gara-Gara Putus Cinta Wednesday, January 28, 2009



Penerjemah:  Berliani M. Nugrahani
Penyunting:  Anton Kurnia
Penerbit: PT Serambi Ilmu Semesta


Buku ini mengingatkanku pada impian masa kecil dulu. Bercita-cita bekerja pada  sebuah kedutaan atau perusahaan asing. Tujuannya hanya satu, agar aku bisa ke luar negri dan mengunjungi negeri-negeri asing. Negara yang ingin kukunjungi selalu berubah tergantung buku apa yang sedang kubaca saat itu . Seiring perjalanan waktu, ternyata keinginan itu tidak pernah surut, dan setelah membaca buku ini, aku kembali memperbaharui niat itu, suatu hari nanti, aku akan melihat dunia.

“Jika tidak melakukannya sekarang, kita tidak akan pernah melakukannya. Salah satu dari kita akan menikah dan sibuk bekerja. Tanpa kau sadari, kau sudah berumur enam puluh tahun tanpa pernah  pergi kemanapun.” (hal.94)

Kini aku hanya menjelajahi negeri-negeri asing melalui buku-buku yang kubaca, dan mendengar kisah-kisahnya dari si ayah—yang anehnya samasekali  tidak pernah bermimpi bahwa profesi yang ditekuninya akan membawanya ke berbagai belahan dunia.

Sesaat setelah menamatkan buku ini aku mengatakan pada si ayah bahwa kami harus rajin menabung dan pensiun di usia muda agar bisa keliling dunia, suamiku membelalakkan matanya dan berkata “ Ayah ingin segera berhenti keliling dunia agar bisa diam di rumah berkumpul bersama kalian” ohhh..tidakkkkkkkkkk…..ia menghancurkan hatiku, hiahahaha…

Ahh…baiklah sebelum aku meracau lebih jauh mari kita dengarkan kisah ini..radio kaleee..

Franz Wisner dicampakkan kekasihnya  Annie menjelang hari pernikahannya,  alih-alih meratapi nasib, Franz tetap  menjalankan semua paket bulan madu yang telah direncanakan. Bukan dengan perempuan lain melainkan dengan Kurt—adik lelakinya.

Bulan madu  yang Franz dan Kurt alami menjadi pengalaman yang sangat luar biasa bagi mereka berdua, mereka jadi mulai saling mengenal, sebelumnya, Franz bahkan tidak tahu apa kopi kesukaan adiknya. Mereka yang selama ini terpisah mulai merasakan bagaimana membaiknya  hubungan mereka sebagai saudara. Lalu tercetuslah ide untuk melanjutkan acara bulan madu tersebut.

Franz bekerja sebagai eksekutif humas dan sekretaris pers pemerintah, tak lama setelah “peristiwa Annie” ia pun “dicampakkan” oleh atasan tempat ia bekerja. Maka lengkaplah sudah, Franz mantap untuk berhenti bekerja dan menjalankan rencana “bulan madu” lanjutan bersama Kurt. Setelah Franz mengajukan pengunduran diri dan mendapatkan bonus yg berjumlah wow dari kantornya, dan Kurt pun telah berhasil menjual rumahnya sebagai bekal selama ia menjelajah dunia. Mereka berangkat dengan sedikit rasa heran dari keluarga dan dukungan penuh dari nenek mereka LaRue.

Eropa  adalah benua pertama yang menjadi sasaran,  mereka menuju  Rusia, lalu ke Swedia—menikmati  mobil baru “Saab” milik Kurt yang telah menanti—terus  menuju  Budapest, Rumania, Bulgaria, Turki dan berhasil masuk Suriah.

Dari Eropa mereka menuju Asia Tenggara. Dan tentu Bali adalah salah satu tujuan utama mereka,  disini keduanya terheran-heran dengan kebiasaan penduduk setempat seperti adu ayam dan berbagai tradisi yang unik. Mereka terheran-heran menyaksikan seorang ibu berkebaya dengan  sesajen  lengkap di kepala berhasil “menyeret” seorang anak kecil tanpa menjatuhkan sesajennya. Sedikit kecewa dengan Bali yang ramai mereka lari ke Lombok, berkenalan dengan dunia backpacker dan saling berbagi pengalaman dengan teman-teman baru yang kebanyakan nyentrik. Lalu mengunjungi pulau Komodo, mereka mengalami perjalanan yang “sangat mengesankan” saat menuju pulau tempat binatang yang menurut Kurt adalah sisa-sisa zaman purbakala . Dari Indonesia Perjalananpun dilanjutkan ke Vietnam dan  Thailand

Banyak hal menarik yang mereka alami disetiap negara yang mereka kunjungi, hal- hal yang menyenangkan  sampai yang membuat mereka kesal, mulai dari perbedaan bahasa, adat istiadat setempat,  serta kebiasaan sesama turis dari berbagai negara yang menurut mereka aneh. Salah satu hal yang menurutku kocak adalah saat mereka dicegat polisi dan berhasil lolos saat menunjukkan foto Presiden Bush.

Dari Asia Tenggara mereka menuju Amerika Utara dan Selatan: Caracas,  Equador, Galapagos, Peru dan Brazil dan terahir Afrika: Botswana di Afrika Selatan, Zambia dan Malawi dll. Perjalanan panjang benar-benar telah merubah cara pandang Franz terhadap dunia. Tapi suatu hal yang paling penting dalam perjalannya ia berhasil melupakan dan mengiklaskan Annie.

Selama dalam perjalanan Franz selalu mengirim  kartu pos untuk neneknya LaRue, ia bahkan menulis kisah perjalanannya ke beberapa media yang dilengkapi dengan foto-foto hasil jepretan kurt. Mereka juga mengunjungi beberapa kenalan dan sahabat di sepanjang perjalanan, berkenalan dengan teman-teman baru, beradaptasi dengan karakteristik penduduk setempat dan berusaha berkompromi dengan keadaan. Mereka berhasil melewati masa-masa sulit di Afrika dan sangat bersyukur atas apa yang telah miliki.

Dalam buku ini Franz memberi banyak tips, mulai dari bagaimana menghadapi pedagang asongan, supir taxi yang nakal, sampai anak-anak yang meminta jatah preman. dan membuang buku-buku panduan untuk para turist karena ternyata menipu dan tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Adakalanya kedua pasangan kakak beradik ini larut dalam keindahan alam yang memesona,  marah karena tidak semua berjalan sesuai rencana, menagis karena mereka bersyukur menjadi orang Amerika yang bersedia mengeluarkan ribuan dollar demi otot bisep yang menonjol, bukan akibat terpaan hidup seorang ibu di Afrika yang harus berjuang mengendong anak-anaknya yang kurus dan buncit. Franz dan Kurt belajar banyak dari orang miskin. melihat berbagai profesi dan kemiskinan yang jauh diluar bayangan mereka,  terutama di negara-negara ketiga.


“Mereka akan tahu bahwa disebagian besar dunia, anak-anak tidak mengolok-olok teman-temannya gara-gara pakaian, dan orang dewasa tidak meributkan baju yang dikenakan rekan-rekannya.” (hal.474)

“Mereka akan tahu bahwa ibu mereka benar. Ada orang-orang kelaparan di Afrika. Jadi, makanlah sayuranmu” (h.477)

franz dan Kurt tahu bahwa perjalanan mereka akan menjadi pendidikan seumur hidup. Ada banyak tipe pejuang hidup yang mereka temui yang membuat mereka tersentuh. Bahwa komunitas miskin tidak seluruhnya mengenaskan, mereka memiliki energy, persahabatan dan nilai spiritualitas yang tinggi, yang jarang dijumpai di kota-kota di Barat.

Mereka memahami beginilah hidup, tidak semua sesuai harapan,  kita tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, yang pasti selalu ada kisah besar dibalik sebuah peristiwa.

4 Bintang untuk Honeymoon With My Brother. Bagi pembaca dan pecinta travelling khususnya, pasti akan tergoda dengan alur ceritanya yang mengalir,  banyak kejutan yang menanti disetiap babnya, kocak dan mengharukan, terjemahan yang ok—pasti sudah pada kenal dengan mbak Berliani sang penerjemahnya kan?—dan  sejauh ini aku tidak menemukan salah ketik dan hal-hal yang mengganggu lainnya.

Baiklah sementara kalian membayangkan isi buku ini dan berkeliling dunia bersama Franz dan Kurt, aku akan merayu Mr.Chef  agar merubah keputusannya dan segera mengajakku keliling dunia beneran..

 

 

Segera tayang..Anne of Green Gables

 

-Echy-
Yang dengan bangga menamatkan buku pertama di th 2009

 

   1 comments

najlazea
February 16, 2009   01:26 PM PST
 
echy, this one also my favorite in 2008.

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments